Happy birthday VIKING Yg Ke 18 , Smoga VIKING & PERSIB Slalu SeIring SeJalan Menuju KeMenangan PERSIB MenJadi Sang Juara di ISL and ASIA."

Jumat, 22 April 2011

Cara Bertahan Zona Defence dalam Pola 4-4-2

 Dalam tim yang baik, bertahan tidak hanya dilakukan oleh pemain belakang saja. Semua pemain harus ikut bertahan setiap kali tim kehilangan bola, sebagaimana pula semua pemain harus ikut menyerang ketika tim menguasai bola. Sebelum memasuki lapangan, pelatih harus menetapkan terlebih dahulu dimana tim akan mulai menekan lawan ketika mereka menguasai bola.
Selebihnya, tim kita harus memahami bagaimana cara bertahan. Dalam zonal defence, berturut-turut yang menjadi acuan adalah BOLA, lalu TEMAN, dan baru kemudian LAWAN. Pertama-tama, semua pemain harus memperhatikan dimana posisi bola. Mengapa demikian? Karena: 1) semua pemain harus bergerak secara serempak ke arah bola, dan 2) tim harus membentuk ball-pressure-triple (segitiga tekanan pada bola).
Selanjutnya, masing-masing pemain harus memperhatikan temannya. Tujuannya adalah: 1) untuk menjaga jarak antar pemain dalam satu lini dan jarak antar lini, dan 2) untuk membentuk shape bertahan yang tepat sesuai dengan posisi bola.
Yang terakhir, baru para pemain memperhatikan lawannya. Disamping menjaga jarak antar teman dan antar lini, para pemain juga harus menjaga para pemain lawan, terutama lini depan mereka. Ruang-ruang passing sebisa mungkin kita tutup, dan lini depan lawan harus senantiasa terkawal.
Adapun rumus bertahan akan dijelaskan berikut ini, sesuai dengan posisi bola yang berbeda-beda. Posisi bola yang dimaksud disini adalah apakah bolanya berada di sisi tepi lapangan ataukah di sisi tengah lapangan. Dan apakah bola berada didepan lini depan, didepan lini tengah, ataukah didepan lini belakang. Yang dimaksud dengan bola didepan lini depan adalah jika bola berada di depan para pemain lini depan, dan hendak melewati lini depan tersebut. Bola didepan lini tengah adalah jika bola telah melewati lini depan kita namun belum melewati lini tengah kita. Dan bola didepan lini belakang adalah jika bola telah melewati lini tengah, dan kini berada di hadapan lini belakang kita.
Rumus bertahan adalah dalam pola 4-4-2 adalah 4+2, dimana 4 adalah para pemain dari lini yang berhadapan dengan bola, dan 2 adalah dua pemain yang terdekat dengan bola dari lini didepannya. Selanjutnya, dari 4+2 tersebut, yang melakukan tekanan pada bola adalah 1+2, yaitu 1 orang dari lini yang berhadapan dengan bola dan 2 orang dari lini didepannya. Ini berlaku jika bola berada didepan lini tengah dan didepan lini belakang.
Adapun jika bola berada didepan lini depan maka cukup dua pemain lini depan itu yang melakukan tekanan pada bola (0+2), sementara lini-lini yang berada di belakangnya hanya perlu menciptakan balance, dengan cara menyesuaikan bentuk dan jarak saja. Mengapa sudah cukup dua orang saja? Karena bola masih jauh berada didepan, jauh dari pertahanan kita.
Sebagai catatan terakhir, apabila karena beberapa hal ball-pressure-triple 1+2 tidak bisa tercipta, maka setidak-tidaknya harus tercipta ball-pressure-double 1+1. Jadi, idealnya kita bisa menekan bola dengan formasi 1+2. Namun jika pada saat-saat tertentu tidak bisa, setidak-tidaknya 1+1.