Happy birthday VIKING Yg Ke 18 , Smoga VIKING & PERSIB Slalu SeIring SeJalan Menuju KeMenangan PERSIB MenJadi Sang Juara di ISL and ASIA."

Kamis, 28 April 2011

 Beutik menilai pengerjaan stadion bertaraf internasional itu harusnya tidak selambat seperti sekarang.
"Stadion itu banyak kepentingan politik dan terlalu banyak orang yang bermain," kata Beutik kepada INILAH.COM, Rabu (26/4/2011).
Beutik menilai pembangunan stadion Gedebage harusnya seperti stadion Si Jalak Harupat. Pembangunan stadion Si Jalak Harupat bisa berjalan cepat dan saat ini juga diperluas, di mana di sekelilingnya dibangun sarana olahraga lainnya.
Stadion Gedebage direncanakan mampu menampung hingga 38.000 penonton dan akan menggunakan atap menyerupai alat musik tabuh khas Sunda kendang. Atap kendang itu akan menutupi tribun utama yang berada di bagian barat stadion.

Penonton yang duduk di bawah atap kendang akan merasa nyaman karena tak akan terkena hujan maupun sengatan matahari.Atap tersebut menutupi bagian tribun barat yang terdiri dari empat lantai.

Stadion yang dibangun di atas lahan seluas 24,5 hektare ini dilengkapi dengan tribun, lapangan sepak bola, atletik, kantor, sirkulasi dan servis. Stadion ini masuk dalam Kategori A stadion Sepakbola.

Di Indonesia baru ada 10 stadion yang termasuk dalam kategori A yaitu Stadion Batakan, Stadion Dompak, Stadion Gedebage, SUGBK (Gelora Bung Karno), Gelora Bung Tomo, Gelora Jakabaring, Stadion Nasional, Stadion Palaran, Stadion Perjiwa, Stadion dan Taman BMW.

Tidak seperti Stadion Siliwangi dan Si Jalak Harupat , penonton yang datang ke Stadion Gedebage nantinya bisa menikmati permainan sang pujaannya, dengan duduk santai di atas kursi yang biasa ditemukan di gedung-gedung bioskop. Saat penonton beranjak dari tempat duduknya, secara otomatis kursi tersebut akan melipat sendiri. [ito]